Posted by: lukmanc | June 5, 2008

Arti hidup

Arti Hidup, Apa sesungguhnya arti hidup ini? Bangun pagi, kadang sarapan kadang tidak, Pergi ke suatu tempat, berkutat, Pulang, Matahari terbenam, Istirahat, Pejamkan mata, Mimpikan mimpi, Tentang indah sebuah padang berbias mentari.

Apa yang kau cari dalam hidup ini? Uang? Kuasa? Popularitas…atau hanya Cinta? Yang mana? Cinta sejati atau yang semu? Cinta yang ada dihati atau di bibir saja?

Apa yang kau ingin dari hidup ini? Kala airmata bergulir sebab kau mendapat musibah Atau ketika tawa bertingkah sebab kau mendapat anugrah Apa yang hidup bisa berikan Selain janji Yang belum tentu tertepati Mengapa kau ingin hidup?

Bukankah tidur lebih baik jika kita terus didera gulana? Bukankah mati masih lebih baik jika raga tlah tak berdaya? Bukankah sembunyi lebih baik dari sekedar melongok tetangga Lewat jendela?

Hidup kita Hakikatnya adalah sebatang kara Tak ada yang lain hanya kau dan Dia, Semua datang dan pergi, Tak ada yang abadi, Kecuali Dia yang Maha Memandang, dengan kasih tak terbalas.

Hidup kita sejatinya adalah pencarian tanpa henti jauh ke dalam diri sendiri lewat mata orang lain lewat pikir orang lain tapi rahmat-Nya sekalipun tak pernah tertukar karena benar hidup ini adalah pencarian hakiki makna dan fungsi diri sendiri agar hasilnya dapat kita bawa pulang sebagai laporan pada yang Maha Penyayang. lalu bertanya…

Apakah benar ini diriku ya Rabb? Apakah benar caraku mendefinisikan kefanaanku Di hamparan suci bumi-MU Apakah dosaku telah luruh Dengan 5 kali menyelam dalam Ke sungai kesucian? Dengan rangkaian zikir dan sholawat Yang kadang lupa kulafadzkan Apakah benar ini hatiku ya Kekasih?

Seorang saja yang kurindukan Lebih dari rindu matahari pada rembulan Seorang mulia yang membuat jantungku nyaris lepas Karena kebas Oleh rahasia, Oleh rasa ingin jumpa, Oleh gila ingin menyentuh tangannya yang mulia Kekasih-MU, Satu-satunya Kekasih-Mu, Sebab muasal dunia dan seisinya

Tolong aku wahai yang Maha Rindu, Ijinkan bertemu walau sekejap Agar kutahu wajah mulia kekasih-Mu itu, Agar dapat kusentuh tangannya yang mulia, Karena dada ini sudah terlampau bara, Semoga akhirnya sampai jua pada Engkau Muara segala yang fana.. Aduhai bila aku sampai pada diri-Mu? Rindu ini, Rasa cinta ini, Rasa berdebar ini, Tak tertanggungkan…

Maka akhirnya Apakah arti hidup ini? Selain mengukuhkan keabadian-Mu, Selain berma’rifat pada diri-Mu… Selain menghamba, Selain merindu, Selain mengharap, Selain mencinta.. Kekasih

Akan mampu kulewati hari-ini Yang suram mau pun yang cerah Yang gundah maupun yang indah.. Akan kutanggung sendiri Jika Engkau yang mengendalikan.. Jangan biarkan aku melangkah sendirian Tanpa Engkau pedulikan Aku

Ini Hanya tiada… Semua titipan-Mu Padaku Dalam hidup yang singkat ini Wahai kekasih… Sungguh jangan buat aku Melupakan Engkau dan kekasih-Mu, Sungguh..

Jadikanlah mereka Permata yakut dan marjan yang berkilauan Namun tak melenakan, Yang mampu membuat bibir dan hatiku Tak henti bersyukur pada-Mu, Yang membuat sholawat selalu indah melingkar Dalam berkah Wahai pencinta Inilah sebenarnya arti hidup Yang fana Darul Bala’ (wadah masalah) Yang bisa tercerabut kapan saja.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: