Posted by: lukmanc | March 17, 2008

Kopi Pertajam Daya Ingat

MANFAAT SECANGKIR KOPI
Minum secangkir kopi di pagi hari ternyata tak hanya sekedar rutinitas, tetapi bagi sebagian orang sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Mengapa? Karena kopi merupakan stimulan atau perangsang dalam arti positif, yaitu secangkir kopi bisa mengawali hari yang baru dengan penuh semangat, karena tubuh terasa lebih segar sehingga gairah kerja meningkat. Hal ini disebabkan di dalam kopi terdapat zat yang dapat membantu merubah cadangan lemak menjadi energi yang disebut dengan kafein.
im.jpg
KAFEIN
Kafein merupakan bagian dari kelompok senyawa yang dikenal sebagai metilsantin, sedangkan bagian lain dari senyawa ini dikenal sebagai trofilin dan teobromin yang terdapat secara alamiah dalam 63 jenis species tumbuhan. Dan salah satu sumber utama kafein adalah kopi.

Kafein memang masuk dalam golongan zat yang punya kemampuan menstimultan otak. Kalau dipisahkan dari zat-zat lainnya, kafein aslinya berbentuk bubuk putih dengan rasa agak pahit, namun bagi pemakainya akan mendapatkan kekuatan ekstra untuk berperang melawan rasa lelah, karena munculnya semangat yang tinggi.

PENGARUH KOPI BAGI OTAK

Disamping memberi kebugaran pada tubuh, ternyata kopi bisa membantu berpikir lebih cepat, Orang yang akan melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi, jika minum kopi 15 menit atau 30 menit sebelum acara dilakukan, hasilnya akan cukup lumayan, karena kafein dalam kopi ternyata mampu memberikan sinyal pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan cepat mengolah memori pada otak

Para pelajar dan mahasiswapun begitu percaya dengan minum kopi sebelum mereka belajar, bisa membuat daya ingat mereka menjadi tajam, semua yang dipelajari seakan-akan mudah untuk diserap. Sebuah fenomena yang bukan sekedar sugesti belaka, tetapi bisa dijelaskan secara ilmiah.

Mengapa kafein dapat mempertajam daya ingat? Salah satu yang membuat orang mudah tidur adalah peran senyawa adenosin dalam sel otak, jika zat ini terikat oleh receptor-nya, secara otomatis akan memperlambat aktivitas sel tubuh, juga menyebabkan pembesaran pembuluh darah. Dan ternyata kafein dapat menyaingi fungsi adenosin, terutama dalam membuat ikatan dengan receptor. Kafein tidak akan memperlambat gerak tubuh. Seiring makin banyaknya kafein yang terserap masuk, lambat laun sel tubuh tidak akan merespon terhadap perintah-perintah adenosin, karena receptor di otak lebih sibuk bergumul dengan kafein, lain kata, kafein membalikkan semua pola kerja adenosin, yang dapat menimbulkan rangsangan terhadap susunan saraf otak, sehingga mengakibatkan daya pikir menjadi lebih tajam. Kafein dapat mencapai otak dan masuk sistim saraf melalui aliran darah dalam waktu 15 menit setelah seseorang minum kopi.

Setiap yang berlebihan pasti tidak baik akibatnya. Demikian juga dengan minum kopi yang berlebihan akan berpotensi untuk mengundang penyakit, seperti sulit tidur (insomnia), sakit kepala yang hebat, jantung berdebar-debar, bahkan kepanikan akan timbul terutama pada orang-orang yang sensitif. Minum kopi 1 hari sebanyak 1000 mg atau setara dengan 8-10 cangkir sudah dapat dikategorikan sangat berlebihan.

Kopi, yang sering dituding sebagai kambing hitam timbulnya penyakit, ternyata mempunyai sisi yang positif. Oleh karena itu jangan langsung percaya dengan cerita yang beredar tentang dampak negatifnya kafein. Teruslah minum kopi demi kebugaran Anda, jangan berlebihan, minum kopi dengan kadar kafein hingga 240 mg per hari, dan Anda akan tetap sehat. (/rit)

Posted by: lukmanc | March 15, 2008

Perkembangan Kopi di Indonesia

pt.jpgDi Indonesia, tanaman kopi pertama kali diperkenalkan oleh VOC antara tahun 1696 – 1699. Awalnya penanaman kopi hanya bersifat coba-coba (penelitian). Namun, kerena hasilnya memuaskan dan dipandang cukup menguntungkan sebagai komoditas perdagangan maka VOC menyebarkan bibit kopi keberbagai daerah agar penduduk dapat menanamnya. Kemudian, perkebunan besarpun didirikan dan akhirnya tanaman kopi tersebar kedaerah lampung, Sumatra barat, Sumatra utara, Sumatra selatan, dan daerah lain di Indonesia.
Perkembangan kopi di Indonesia pernah mengalami goncangan pada tahun 1876 terjadi ledakan penyakit berbahaya Hemelia vastatrix (HV) yang menyerang daun. Kemudian VOC mendatangkan kopi liberika dan robusta yang diharapkan lebih tahan penyakit H. Namun, saat ini diketahui bahwa liberika juga mudah terserang penyakit HV.
Persilangan beberapa varietas kopi arabika, liberika, dan robusta menghasilkan keturunan yang mempunyai sifat agak berbeda dengan induknya. Varietas yang dihaslilkan dinamakan varietas lokal yang sesuai tempat terbentuknya.

 

Posted by: lukmanc | March 14, 2008

Tips membuat kopi

kopl.jpg Yang pertama saya jelaskan keuntungan dari meminum kopi, minum kopi tidaklah selalu buruk bagi kesehatan, ada juga keuntungan dari meminum kopi diantaranya mengurangi resiko terkena kanker usus, mengurangi resiko terkena parkinson’s dan lain-lain (banyak sih..).
kita masuk ke sajian utama, membuat kopi adalah seni dalam artian kita harus pas dalam segala takaran, baik gula ataupun kopinya, okay kita buat langkah-langkahnya:

  1. siapin gelas/mug/cangkir/ember, ini berpengaruh pada takaran kopi dan gula yang akan dibuat
  2. siapkan Gula, gula ini komposisinya ½ dari takaran kopi, kalo kopinya 2 sendok gulanya jadi 1 sendok. NOTE: Pastikan masukkan gula terlebih dahulu ketika dimasukkan ke dalam gelas. (dibahas dibawah)
  3. kemudian siapkan kopi (pasti!), kalo bisa pilih kopi yang dari jenis robusta, ambil 2 sendok buat yang pake mug/gelas gede dan 1¼ sendok buat yang pake cangkir, tempatkan kopi diposisi paling atas.
  4. Air Panas (banget), karena biji-biji kopi hanya akan keluar extractnya jika menggunakan air panas.
  5. Terakhir Sendok Buat ngaduk

Diatas saya tulis agar gula di bawah dan kopi ditempatkan paling atas, karena yang terkena terlebih dahulu oleh air panas haruslah kopi agar biji kopi tersebut mengeluarkan sari-nya dengan sempurna. Takaran diatas bisa saja dibuat dengan menggunakan selera masing-masing, karena ada yang suka manis, pahit atau yang gak berasa sekalipun, tapi yang terpenting tempatkan kopi diatas gula. saya sendiri cenderung membuat kopi yang agak pahit, karena itulah seni dalam minum kopi.
Kopi paling enak jika ada temen buat ngopi, ada orang yang enak ngopi sambil ngerokok, ada yang ngopi sambil makan roti dll.

Posted by: lukmanc | March 14, 2008

KOPI TETAP MENJADI ANDALAN EKSPOR

lukman.jpgJakarta – Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia. Sejak jaman Hindia Belanda sampai saat ini, Indonesia menjadi neglukman.jpgara produsen kopi terbesar ke empat setelah Brazil, Kolombia dan Vietnam. Sebelumnya posisi Indonesia berada pada posisi ketiga.

”Untuk itu kita patut dan perlu lebih me-naruh perhatian terhadap Vietnam sebagai negara produsen kopi yang sangat agresif saat ini. Kopi Vietnam telah membanjiri kopi di pasar dunia dan berhasil menggeser posisi Indonesia dari posisi ketiga menjadi keempat sebagai produsen kopi di dunia,” ujar Menperindag Rini Suwandi, beberapa waktu lalu..
Keberhasilan Vietnam antara lain disebabkan tingginya produktivitas dalam budi daya kopinya yang mencapai 1,8 ton per hektare. Sedangkan produktivitas budi daya kopi Indonesia hanya mencapai 0,58 ton per hektare. Sementara itu perdagangan dunia didominasi kopi jenis Arabika (70 persen) dan Robusta (30 persen). Sedangkan kopi yang ditanam di Indonesia jenis Arabika (10 persen) dan Robusta (90 persen).
Indonesia dan Vietnam memang merupakan dua negara produsen kopi terbesar di du-nia, setelah Brasil. Di Indonesia sendiri, Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan salah satu daerah sentra produksi kopi dengan luas areal penanaman mencapai 61.285 hektare. Berdasarkan dari Disbun Sulsel, rata-rata produksi kopi Sulsel setiap tahunnya mencapai 18.000 ton.
Asosiasi pengusaha kopi Indonesia sudah menandatangani kesepakatan pengaturan teknis (technical arrangement) volume produksi dan volume ekspor kopi, khususnya kopi robusta, dengan pengusaha Vietnam. Dengan pengaturan teknis itu, diharapkan harga kopi robusta dapat meningkat. Menurut Ketua Umum Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Hasan Wijaya, harga kopi robusta sekarang ini hanya 60 sen US$ per kg, sementara harga kopi arabika mencapai US$ 1,75/kg.
Menurut Hasan, harga kopi robusta sekarang ini masih rendah, karena adanya permainan pedagang. “Kita selalu dipermainkan dan diadu domba dengan produsen dari negara lain, seperti Vietnam sehingga harga tidak naik,” katanya.
Jika harga kopi robusta mencapai satu dolar AS per kg, diharapkan harga kopi di tingkat petani pun dapat naik menjadi Rp 5.000-Rp 6.000 per kg. Sekarang ini, harga jual kopi di tingkat petani baru sekitar Rp 3.700 per kg. Untuk itu, sarannya, pengusaha kopi Indonesia dan Vietnam akan mengurangi produksi hingga mencapai 50 persen secara bertahap. “Tahapan- tahapannya dan besarannya masih akan kami negosiasikan. Yang penting, harga dapat naik secara bertahap,” katanya.
Produksi kopi di Vietnam sekarang ini lebih kurang 600.000 ton. Produksi kopi Viet-nam sempat mencapai 900.000 ton tahun 2001-2002. Sementara itu, produksi kopi di Indonesia sekarang ini sekitar 350.000 ton. “Sebanyak 100.000 ton sampai 120.000 ton untuk konsumsi lokal,” katanya.
Sementara menurut beberapa pelaku bisnis kopi nasional, kesepakatan mengangkat harga kopi itu sulit direalisasikan karena sebenarnya tidak diketahui stok atau produksi kopi, baik di Indonesia maupun di Vietnam. Kalau tidak diketahui secara pasti, bagaimana kesepakatan untuk mengurangi produksi dapat dilaksanakan.

Dominan Robusta
Umumnya petani di Indonesia menanam kopi jenis robusta, yang belakangan ini harganya memang rendah. Sementara kopi jenis arabika hanya ditanam sebagian kecil petani. Padahal, harga kopi arabika di pasar dunia masih tetap tinggi. Di pasar dunia saat ini kopi robusta sedang membanjiri pasaran, terutama kopi robusta produksi Brasil dan Vietnam. Kopi jenis ini umumnya ditanam petani di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan. Kopi arabika hanya ditanam oleh kurang dari 10 persen petani kopi di tiga kawasan itu.
Kopi arabika di Indonesia umumnya ditanam petani di Aceh, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Petani-petani penanam kopi arabika mendapat penghasilan lebih baik karena produksi dunia tidak melimpah seperti kopi robusta. Dengan sendirinya harga kopi itu pun stabil.
Sedikitnya lahan yang ditanami kopi arabika oleh petani Provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung, merupakan kesalahan dalam menentukan pilihan. Mungkin karena pengaruh petani lain, ratusan ribu petani di tiga provinsi itu lebih memilih menanam kopi robusta.
Kebetulan pula, petani di Brasil dan Vietnam umumnya menanam kopi sejenis pula. Akibatnya, ketika musim panen berlangsung bersamaan dengan panen di dua negara itu dan negara produsen lain, harga pun bersaing keras. ”Suplai kopi lebih besar dibandingkan dengan permintaan sehingga harga pun anjlok. Kopi dari Indonesia harus bersaing dengan kopi dari negara lain.
Menurut data, harga kopi robusta ditentukan oleh bursa kopi di London, dan Inggris. Sementara kopi arabika ditentukan oleh bursa kopi di New York, Amerika Serikat (AS). Produksi yang melimpah itulah yang membuat harga kopi tertekan. Bagi petani Indonesia, harga kopi yang tertekan akibat kelebihan produksi itu makin menyulitkan pemasaran. Hal ini disebabkan produsen kopi negara lain berani menjual dengan harga lebih murah dibanding kopi asal Indonesia.

Daftar Hitam
Soal produksi, bandingkan dengan petani Bengkulu, Pagar Alam, Lahat, atau Lampung. Di sentra-sentra produksi kopi tersebut, produksinya paling tinggi 500 kilogram per hektar. Sementara di Vietnam mampu menghasilkan dua ton biji kopi kering per hektar.
Dengan penghasilan lebih tinggi, tentu saja petani Vietnam hidup lebih layak. Itu terwujud berkat kegigihan mereka mengolah dan merawat kebun jauh lebih baik dibandingkan dengan petani di Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat. Ditambah dengan mutu yang lebih bagus, kopi Vietnam lebih mampu menembus pasar dunia.
Kopi Indonesia memang masih tetap dikapalkan ke berbagai negara oleh para eksportir. Namun, mereka harus menanggung kerugian tidak sedikit, karena harga jual di luar negeri lebih rendah dibandingkan dengan harga pembelian dari pedagang pengumpul.
Untuk kembali modal saja sulit bagi eksportir. Mereka masih menjual kopi kepada pembeli luar negeri karena sebelumnya terikat kontrak jual beli. Kalau eksportir ingkar janji, mereka akan dimasukkan daftar hitam. Ini akan menyulitkan usaha ke depan.
Para eksportir kopi di Sumatera bagian selatan kebanyakan berada di Lampung. Mereka membeli kopi dari ratusan pedagang pengumpul yang dari Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung. Karena banyak pedagang yang datang menjual kopi mereka, eksportir pun bisa membeli dengan selisih harga yang tidak terlalu menganga dengan harga jual rugi kepada pembeli asing.
Menurut data Humas AEKI Provinsi Lampung, hingga April 2003, ekspor kopi Lampung lebih dari 49.000 ton dengan nilai ekspor lebih dari 30 juta dolar AS. Jumlah sebanyak itu naik sekitar 5.000 ton jika dibanding-kan dengan periode yang sama tahun 2002 yang 44.600 ton dengan nilai ekspor 18,5 juta dolar AS.
Semestinya produksi kopi asal Lampung dapat ditingkatkan karena kawasan tersebut memiliki lahan dan iklim yang pas untuk kopi. Namun karena buruknya harga kopi di pasar dunia, petani pun enggan mengurus tanaman mereka. Saat ini di Lampung terdapat sekitar 141. 500 hektare tanaman kopi yang menghasilkan, dan sekitar 12.400 hektare kebun yang belum menghasilkan. Dari total luasan itu, setiap tahun diperkirakan total produksi kopi Lampung 150.000 ton, dengan asumsi rata-rata per hektare kebun menghasilkan 700 kg hingga 800 kg kopi.
Hal itu berbeda dengan petani Vietnam yang mengolah lahan mereka lebih baik sehingga mampu memproduksi lebih dari tiga ton kopi per hektare. Meski pasar dalam negeri tidak mampu menyerap semua produksi tersebut, Vietnam masih memiliki peluang besar menjual produksi kopi di pasar dunia dengan harga lebih rendah.
Tapi produsen kopi yang hanya berorientasi lokal tak terlalu khawatir sebab kebutuhan konsumen dalam negeri lumayan tinggi. Bukan hanya kopi merek tertentu yang bergelimang untung, tapi juga produsen kopi tak bermerek, ikut berkibar. Lihat saja, bagaimana konsumen Jakarta, misalnya, menyukai kopi sidikalang atau kopi medan dan sebagainya. Kebutuhan masyarakat pada kopi tanpa merek tersebut sudah sejak dulu. Sayangnya data akurat seberapa besar serapan produksi lokal pada pasar lokal, tidak terdapat di instansi resmi sekalipun!
(SH/gatot irawan/danang joko)

Posted by: lukmanc | March 13, 2008

Varietas Kopi

r1.jpgVarietas kopi merujuk kepada subspesies kopi. Biji kopi dari dua tempat yang berbeda biasanya juga memiliki karakter yang berbeda, baik dari aroma (dari aroma jeruk sampai aroma tanah), kandungan kafein, rasa dan tingkat keasaman. Ciri-ciri ini tergantung pada tempat tumbuhan kopi itu tumbuh, proses produksi dan perbedaan genetika subspesies kopi.

Varietas kopi arabica

images1.jpgKopi Kolombia (Colombian coffee) – pertama kali diperkenalkan di Kolombia pada awal tahun 1800. Saat ini kultivar Maragogype, Caturra, Typica dan Bourbon ditanam di negeri ini. Jika langsung digoreng, kopi Kolombia memiliki rasa dan aroma yang kuat. Kolombia adalah penghasil kopi kedua terbesar di dunia setelah Brasilia. Sekitar 12% kopi di dunia dihasilkan di negara ini.Kopi Jawa (Java coffee) — dari pulau Jawa di Indonesia. Kopi ini sangatlah terkenal sehingga nama Jawa menjadi nama identitas untuk kopi.Kenyan — terkenal karena tingkat keasamannya dan rasanya.Mexico – memproduksi biji kopi yang keras.Mocha — Kopi dari Yemen dahulunya diperdagangkan di pelabuhan Mocha di Yemen.Yemeni coffee traded through the once major port of Mocha. Jangan disalahartikan dengan cara penyajian kopi dengan coklat.Santos – dari Brasilia. Memiliki tingkat keasaman yang rendah. (en) . Sumatra Mandheling dan Sumatra Lintong — Mandheling dinamakan menurut suku Batak Mandailing di Sumatra utara di Indonesia. Lintong dinamakan menurut nama tempat Lintong di Sumatra utara. Sedangkan Kopi Gayo berasal dari Dataran Tinggi Gayo — Gayo adalah nama Suku Asli di Aceh — yang meliputi Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kopi Gayo disebut-sebut sebagai Organic Coffee terbaik di dunia. Sulawesi Toraja Kalosi — Ditanam di daerah pegunungan tinggi di Sulawesi. Kalosi adalah nama kota kecil di Sulawesi, yang merupakan tempat pengumpulan kopi dari daerah sekitarnya. Toraja adalah daerah pegunungan di Sulawesi tempat tumbuhnya kopi ini. Kopi dari Sulawesi ini memiliki aroma yang kaya, tingkat keasaman yang seimbang (agak sedikit lebih kuat dari kopi Sumatra) dan memiliki ciri yang multidimensional. Warnanya coklat tua. Kopi ini cocok untuk digoreng hingga warnanya gelap. Karena proses produksinya, kopi ini dapat mengering secara tidak teratur. Walau demikian biji yang bentuknya tidak teratur ini dapat memperkaya rasanya. Tanzania Peaberry — di tanam di Gunung Kilimanjaro di Tanzania. “Peaberry” artinya biji kopi ini hanya satu dalam setiap buah. Tidak seperti layaknya dua dalam satu buah. Ini biasanya tumbuh secara alami pada 10% dari hasil panen kopi. Uganda – Meskipun sebagian besar penghasil kopi robusta. Ada juga kopi arabica berkualitas yang dikenal sebagai Bugishu. (en)

Biji kopi biasanya dicampur untuk keseimbangan rasa dan kompleksitas aromanya. Salah satu campuran tradisional yang tertua adalah Mocha-Java, terdiri dari biji kopi yang sama namanya. Rasa coklat yang khas sangatlah cocok dengan Cafe mocha, yang merupakan minuman kopi yang dicampur dengan coklat. Saat ini campuran Mocha-Java biasa dicampur dengan varietas lainnya untuk menciptakan ciri khas yang unik. Banyak perusahaan kopi yang memiliki campurannya tersendiri.

Beberapa biji kopi sangatlah terkenal dan oleh sebab itu memiliki harga yang lebih mahal dari biji kopi lainnya. Jamaican Blue Mountain dan Hawaiian Kona mungkin adalah contoh yang baik. Biji kopi ini sering dicampur dengan biji kopi lainnya yang tidak seberapa mahal dan dengan itu nama campuran ini disebut blend (seperti “Blue Mountain blend” atau “Kona blend”), walau hanya sedikit biji kopi dari jenis itu yang digunakan.

Posted by: lukmanc | March 13, 2008

yang kuketahui tentang kopi

images.jpgKopi memiliki istilah yang berbeda-beda. Pada masyarakat Indonesia lebih akrab dengan sebutan kopi, di Inggris dikenal coffee, Prancis menyebutnya cafe, Jerman menjulukinya kaffee, dalam bahasa Arab dinamakan quahwa. Sejarah kopi diawali dari cerita seorang penggembala kambing Abessynia yang menemukan tumbuhan kopi sewaktu ia menggembala, hingga menjadi minuman bergengsi para aristokrat di Eropa. Bahkan oleh Bethoven menghitung sebanyak 60 biji kopi untuk setiap cangkir kopi yang mau dinikmatinya.Sejak penemuan tumbuhan kopi tersebut kemudian seorang sufi Ali Bin Omar dari Yaman menjadikan rebusan kopi sebagai obat penyakit kulit dan obat-obatan lainnya. Sehingga pada waktu itu kopi mendapat tempat terhormat di kalangan masyarakat negeri itu. Dari khasiat kopi tersebut akhirnya membawa kemakmuran bagi pemilik-pemilik kebun kopi, pengusaha kedai kopi, pedagang kopi, eksportir kopi, dan pemerintah di berbagai belahan dunia tanaman minuman beraroma khas itu ditanam.Banyaknya khasiat yang didapat dari kopi, sehingga penyebarannya cukup pesat terutama di benua Eropa. Di Salerno, Italia, kopi telah dikenal pada abad kesepuluh. Setelah itu berlanjut dengan pembukaan kedai kopi bernama Botega Delcafe pada tahun 1645 yang kemudian menjadi pusat pertemuan cerdik pandai di negara pizza tersebut.

Di Kota London, coffee house pertama dibuka di George Yard di Lombat Sreet dan di Paris, kedai kopi dibuka pada tahun 1671 di Saint Germain Fair. Sedangkan di Amerika, kopi dijadikan sebagai minuman nasional di Amerika Serikat dan menjadi menu utama di meja-meja makan pagi. Meskipun perkembangan kopi begitu pesat pada abad-abad itu tetapi orang-orang Arab telah lebih dulu memonopolinya sebagai tanaman, dan mereka hanya mengekspor kopi yang sudah digoreng atau digonseng.

Sedangkan penyebaran tumbuhan kopi ke Indonesia dibawa seorang berkebangsaan Belanda pada abad ke-17 sekitar tahun 1646 yang mendapatkan biji arabika mocca dari Arabia ke Jakarta. Kopi arabika pertama-tama ditanam dan dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara, yang menggunakan tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal Pondok Kopi.

Kemudian kopi arabika menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bogor, Sukabumi, Banten, dan Priangan, melalui sistem tanam paksa. Setelah menyebar ke Pulau Jawa, tanaman kopi kemudian menyebar ke daerah lain, seperti Pulau Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Timor. “Bahkan kopi arabika yang semula ditanam di Brasil (negara produsen kopi terbesar di dunia) konon bibitnnya berasal dari Pulau Jawa,” ungkap Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Timur Mudrig Yahmadi.

Dalam sejarahnya, Indonesia bahkan pernah menjadi produsen kopi arabika terbesar di dunia, walaupun tidak lama akibat munculnya serangan hama karat daun. Serangan hama yang disebabkan cendawan hemileia vastatrix tersebut menyerang tanaman kopi di Indonesia sekitar abad ke-19.

Meskipun demikian, sisa tanaman kopi arabika masih dijumpai di kantong penghasil kopi di Indonesia, antara lain dataran tinggi Ijen (Jatim), tanah tinggi Toraja (Sulsel), serta lereng bagian atas pegunungan Bukit Barisan (Sumatera), seperti Mandailing, Lintong dan Sidikalang (Sumut) serta dataran tinggi Gayo (DI Aceh).

Perjalanan kopi bukan begitu saja menjadi salah satu minuman dunia yang disenangi. Di Italia, pendeta-pendeta melarang umatnya minum kopi dan menyatakan bahwa minuman kopi itu dimasukkan sultan-sultan muslim untuk menggantikan anggur. Bukan hanya melarang tetapi juga menghukum orang-orang yang minum kopi.

Bahkan, tahun 1656, Wazir dan Kofri, Kerajaan Usmaniyah, mengeluarkan larangan untuk membuka kedai-kedai kopi. Bukan hanya melarang kopi, tetapi menghukum orang-orang yang minum kopi dengan hukuman cambuk pada pelanggaran pertama. Tetapi bertahun-tahun kemudian, pelarangan minum kopi di Timur Tengah lambat-laun terkikis, sehingga jika seorang suami melarang istrinya minum kopi, si istri tersebut bisa memakai alasan ini untuk minta cerai.

Di Swedia, konon Raja Gustaff ke II pernah menjatuhkan hukuman terhadap dua orang saudara kembar. Yang satu hanya dizinkan meminum kopi dan yang satu lagi diizinkan hanya teh. Siapa yang terlebih dahulu mati, maka dialah yang bersalah dalam satu tindak pidana yang dituduhkan terhadap mereka. Ternyata yang mati duluan adalah peminum teh pada usia 83 tahun.

Sejak itu orang-orang Swedia berbalik menjadi peminum kopi paling fanatik yang ada di dunia, sehingga sampai sekarang negara-negara Skandinavia kini peminum kopi tertinggi per kapita di dunia. Setiap orang bisa menghabiskan 12 kg lebih per tahun dibanding dengan di Indonesia yang hanya 0,6 kg per tahun.

Begitu bergengsinya minuman kopi ini, hingga Raja Frederick Agung dari Rusia pada tahun 1777 hanya memperbolehkan kalangan atas atau kelas bangsawan saja untuk menunjukkan kearistokratan kopi.
(dari berbagai sumber)

Posted by: lukmanc | March 13, 2008

sejarah kopi

r.jpgKopi adalah sejenis minuman, biasanya dihidangkan panas, dan dipersiapkan dari biji dari tanaman kopi yang dipanggang. Saat ini kopi merupakan komoditas nomor dua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak bumi. Total 6,7 juta ton kopi diproduksi dalam kurun waktu 1998-2000 saja. Diperkirakan pada tahun 2010, produksi kopi dunia akan mencapai 7 juta ton per tahun ( dari FAO) Kopi merupakan sumber utama kafein.

Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9, di dataran tinggi Ethiopia. Dari sana lalu menyebar ke mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia, Mesir, Turki dan Afrika utara.

Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Pada tahun 1511, karena efek rangsangan yang ditimbulkan, dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. Akan tetapi karena popularitas minuman ini, maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas perintah Sultan Selim I. dari Kesultanan Utsmaniah Turki. Di Kairo, Mesir, larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532, di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup.

Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda.

Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika, pada awalnya tidak sesukses di Eropa, karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Akan tetapi, selama Perang Revolusi, permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi, sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis; sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19, menyusul terjadinya perang pada tahun 1812, di mana akses impor teh terputus sementara, dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman, maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat.

Ada dua spesies dari tanaman kopi; Arabika adalah kopi tradisional, dan dianggap paling enak rasanya, Robusta memiliki kafein yang lebih tinggi dapat dikembangakan dalam lingkungan di mana Arabika tidak akan tumbuh, dan membuatnya menjadi pengganti Arabika yang murah. Robusta biasanya tidak dinikmati sendiri, dikarenakan rasanya yang pahit dan asam. Robusta kwalitas tinggi biasanya digunakan dalam beberapa campuran espresso.
Kopi Arabika biasanya dinamakan oleh dermaga di mana mereka diekspor, dua yang tertua adalah Mocha dan Jawa. Perdagangan kopi modern lebih spesifik tentang dari mana asal mereka, melabelkan kopi atas dasar negara, wilayah, dan kadangkala ladang pembuatnya.

Satu jenis kopi yang tidak biasa dan sangat mahal harganya adalah sejenis robusta di Indonesia yang dinamakan kopi luwak. Kopi ini dikumpulkan dari kotoran luwak, yang proses pencernaanya memberikan rasa yang unik.

Posted by: lukmanc | March 12, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

« Newer Posts

Categories